KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 METODE PEMBUKTIAN DENGAN INDUKSI MATEMATIKA
Materi di ambil dari Modul Bahan Ajar SMA (sumber : e-modul, Kemdikbud, 2020)
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
Kebahasaan Artikel dan/atau Buku Ilmiah
Uraian Materi
Pada pembahasan modul sebelumnya, kalian telah mampu menyusun dan membedakan antara kalimat opini dan fakta yang terdapat dalam sebuah artikel. Pada modul ini, kalian harus mampu menganalisis kebahasaan yang terdapat dalam sebuah artikel dan buku ilmiah.
Namun, sebelum menganalisis kebahasaan, perlu kalian diingatkan kembali struktur dari artikel ini.
Struktur Artikel
1. Pengenalan isu, yakni permasalahan, fenomena, peristiwa aktual. Bagian ini sama dengan teks editorial. Perbedaannya, isu dalam teks editorial dipilih oleh redaksi media itu sendiri, sedangkan isu dalam artikel ditentukan berdasarkan minat penulisnya. Bagian ini juga berbeda dengan karya ilmiah, yang tidak memperhatikan isu tertentu. Artikel ilmiah biasanya diawali dengan pernyataan umum berupa pengenalan masalah atau gagasan pokok (tesis) yang dianggap penting oleh penulis dan menarik untuk dibahas atau dicari cara penyelesaiannya.
2. Rangkaian argumentasi berupa pendapat atau opini penulis terkait dengan isi ataupun topik yang dibahas. Bagian ini dilengkapi oleh sejumlah teori, pendukung, dan fakta baik yang diperoleh melalui pengamatan, wawancara, atau sumber-sumber lain. (artikel opini atau artikel ilmiah populer untuk teori tidak terlalu ditekankan).
3. Penegasan kembali atas pembahasan sebelumnya. Bagian ini dapat disertai dengan solusi, harapan, ataupun saran-saran. Artikel juga ditandai dengan oleh penggunaan kata-kata yang bermakna lugas atau makna denotasi. Selain itu, dikenal pula makna kias atau makna konotasi. Makna konotasi sebenarnya merupakan makna denotasi yang telah mengalami penambahan.
Pertemuan Online ke-1
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
Pernyataan Umum dalam Teks Prosedur
Pengertian Teks Prosedur
Teks Prosedur adalah teks yang berisi cara, tujuan untuk membuat atau
melakukan sesuatu hal dengan langkah demi langkah yang tepat secara berurutan
sehingga menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan. Teks prosedur biasanya
terdapat pada tulisan yang mengandung cara, tips atau tutorial melakukan langkah
tertentu. Di dalam teks prosedur terdapat kata imperatif atau kata perintah untuk
melakukan apa yang dibahas pada teks agar si pembaca melakukan apa yang
diperintahkan pada isi teks tersebut.
Misalnya kamu sedang mencari tulisan cara memutihkan wajah melalui internet. Nah,
pada teks tulisan tersebut akan terdapat cara atau langkah bagaimana memutihkan
wajah sehingga menghasilkan wajah yang putih bersih seperti yang kamu inginkan.
Cara yang disajikan pun langkah demi langkah secara berurutan agar si pembaca
mampu mengikuti tutorial yang disajikan.
Tujuan Teks Prosedur
Teks prosedur bertujuan untuk memudahkan pembaca maupun pendengar agar dapat mengikuti langkah atau perintah dari isi teks yang tujuan akhirnya bisa sesuai keinginan pembaca maupun pendengar.
Jenis-Jenis Teks Prosedur
Teks prosedur terdiri atas tiga jenis, yaitu teks prosedur sederhana, kompleks, dan protokol.
1. Teks Prosedur Sederhana
Teks prosedur sederhana yaitu teks yang berisi langkah-langkah sederhana yang biasaya hanya terdiri atas 2-4 langkah saja dalam melakukannya. Contohnya, cara login facebook, membuka WA, twitter, instagram, dan sebagainya.
2. Teks Prosedur Kompleks
Teks prosedur kompleks yaitu teks yang berisi banyak langkah dalam melakukannya. contohnya, cara membuat sambal balado, cara mengajukan pembuatan kartu SIM, cara memperpanjang STNK, prosedur pembuatan KTP, pembuatan paspor, dan sebagainya.
3. Teks Prosedur Protokol
Teks prosedur protokol adalah teks yang pada setiap langkahnya bisa diubah tidak harus runut, walaupun berubah, tetapi hasil akhirnya tetap sama. misalnya, jika memasak mie instan kita bisa merebus dengan memasukan mie dan bumbu kedalam air rebusan dari tungku atau bisa memasukkan air panas ke dalam wadah yang berisi mie lalu memasukkan bumbu.
Mengorganisasikan Informasi dalam Teks Prosedur
Kegiatan mengontruksi berkaitan dengan mengorganisasikan informasi dalam teks prosedur, yakni kegiatan menelaah teks prosedur untuk menemukan bagian-bagian yang termasuk ke dalam pernyataan umum dan tahapan-tahapan melakukan suatu kegiatan atau suatu pekerjaan.
Pernyataan Umum dalam Teks Prosedur
Pernyataan umum atau penjelasan umum atau bisa disebut sebagai pembuka dalam teks prosedur ialah tulisan yang berisi tujuan atau hasil akhir yang akan dicapai jika seseorang mengikuti langkah-langkah yang ada pada teks tersebut. Sementara itu, tahapan-tahapan ialah prosedur yang harus/wajib diikuti agar mencapai tujuan yang diinginkan dengan tepat. Contoh Teks Prosedur
Cara Membuat Akun Twitter
Twitter merupakan salah satu media sosial layaknya seperti Facebook. Twitter bukan hanya digunakan di Indonesia, namun Twitter telah banyak digunakan di seluruh dunia, pengguna twitter hampir menyentuh semua lapisan masyarakat, baik dari kalangan menengah keatas ataupun sebaliknya. Bagaimana cara mendaftar akun Twitter? Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk mendaftar akun Twitter dengan baik dan benar.
Perlu Kalian ketahui bahwa pada contoh teks prosedur di atas terdapat bagian yangmengungkapkan pernyataan-pernyataan umum, yaitu:
Twitter merupakan salah satu media sosial layaknya seperti Facebook. Twitter bukan hanya digunakan di Indonesia, namun Twitter telah banyak digunakan di seluruh dunia, pengguna twitter hampir menyentuh semua lapisan masyarakat, baik dari kalangan menengah keatas ataupun sebaliknya.
Untuk Lebih Memahami Materi Tonton Video di bawah ini tentang Pernyataan Umum dalam Teks Prosedur. Selamat menonton, sukses selalu buat kalian semua
D. Penugasan Mandiri
BAHAN AJAR PJJ PERTEMUAN ONLINE KE-1
BERISI MATERI PELAJARAN, PENUGASAN MANDIRI, LATIHAN SOAL DAN PETUNJUK PENGERJAAN SOAL
Kompetensi Dasar 3.1. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 : LAPORAN HASIL OBSERVASI
Isi Laporan Hasil Observasi
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan:
Kalian mampu mengidentifikasi laporan hasil observasi dengan kritis , cermat, dan semangat agar dapat melatih kemampuan pancaindra terhadap lingkungan sekitarnya sehingga menjadi pribadi yang peka dan peduli terhadap lingkungan dan sesama.
B. Uraian Materi
Seperti yang disampaikan pada pendahuluan bahwa laporan hasil observasi merupakan hasil kegiatan pengamatan berdasarkan fakta dan data. Laporan hasil observasi terbagi menjadi tiga kategori umum, yaitu fenomena alam, peristiwa budaya, dan kondisi sosial. Fenomena alam meliputi hewan, tumbuhan, dan keadaan lingkungan. Peristiwa budaya meliputi bahasa, seni, dan adat istiadat. Terakhir, kondisi sosial meliputi transportasi, hukum, dan Pendidikan.
Bagaimana, sudah adakah bayangan oleh kalian apa yang akan pelajari dalam materi ini? kalau belum, tidak apa-apa karena ini masil terlalu awal untuk kalian dapat menyimpulkan. Tidak masalah. Selanjutnya, agar kalian memiliki gambaran yang akan dipelajari, simaklah teks berikut!
Pembelajaran pada Masa COVID-19
Saat ini dunia pendidikan tengah menghadapi masalah yang cukup sulit, di antaranya kurikulum 2013 belum dipahami sepenuhnya. Tambahan lagi, konsep Menteri Pendidikan yang baru, NadiemMakarim, tentang Indonesia merdeka belajar. Kemudian, muncul lagi kurikulum penyederhanaan dalam kondisi darurat. Hal ini juga membuat para guru makin gamang tentang pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik. Permasalahan-permasalahan tersebut merupakan tantangan bagi para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Kini, tantangan para guru bertambah lagi dengan wabah COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) yang tak kunjung usai. COVID-19 merupakan bencana nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena penyebaran virusnya sangat cepat dan menyebabkan kematian. Pemerintah berusaha menghambat penyebaran COVID-19 ini dengan mengimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing serta bekerja/ belajar/ beribadah dari rumah. Situasi ini merupakan hal baru bagi masyarakat, terutama para guru, orang tua, dan peserta didik. Di sini para guru dituntut untuk tetap dapat memberikan pembelajaran kepada peserta didik dengan melalui online. Padahal, para guru tersebut terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan guru literat IT, golongan guru aliterat IT, dan golongan guru Iliterat IT. Pertama, guru literat IT adalah guru yang mampu mengetahui berbagai bentuk media dan etika dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Kemampuan memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. Guru-guru ini tentunya sudah terbiasa dalam membelajarkan peserta didiknya dengan menggunakan media internet. Pembelajaran secara online bagi mereka bukan hal yang luar biasa. Kedua, guru aliterat IT adalah guru yang tahu IT dan paham IT, tetapi jarang atau tidak memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran kepada peserta didik. Guru-guru ini hanya terpaku dalam pembelajaran di dalam kelas. Penggunaan internet pun hampir jarang dilakukan.
Ketiga, guru iliterat IT adalah guru yang buta IT. Guru tersebut tidak mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Guru-guru ini masih menggunakan metode dan media model lama. Mereka sama sekali tidak pernah menggunakan teknologi. Hal ini kemungkinan fasilitas sarana dan prasananya yang tidak ada.
Ketiga golongan guru inilah kenyataan yang berada di lapangan. Para guru ini yang akan menghadapi para peserta didik. Dengan kondisi ini, dampak dunia pendidikan sangat terasa. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Dunia pendidikan, organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan PBB Unesco menyebut hampir 300 juta siswa di seluruh dunia terganggu sekolahnya dan terancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan. Bahkan, di Indonesia Kemendikbud memutuskan untuk membatalkan Ujian Nasional 2020.
Pembelajaran pun dilakukan di rumah. Para guru diminta untuk membuat rencana pembelajaran. Hal ini bukanlah hal mudah untuk mengubah kebiasaan mengajar di depan kelas dengan mengajar virtual tidak gampang. Bukan hanya guru yang harus beradaptasi dengan kondisi ini, melainkan orang tua dan peserta didik juga harus beradaptasi. Orang tua harus siap mendampingi anaknya belajar di rumah.
Awalnya menyenangkan bagi siswa tertentu, tetapi akan membosankan jika terlalu lama. Orang tua mulai kerepotan mendampingi anaknya karena mereka juga memiliki aktivitas lain yang berbarengan dengan kegiatan itu. Pembelajaran tidak lagi menyenangkan bagi peserta didik, tetapi sebaliknya, mereka jenuh dan bosan. Mereka rindu ke sekolah. Akan tetapi, pandemi ini dapat diambil manfaatnya, yaitu kesiapan guru dalam kondisi apapun dan kreativitas guru dalam pembelajarannya kepada peserta didik. Guru-guru diharapkan tidak hanya memberikan tugas dan tugas kepada peserta didik sehingga membuat mereka stres. Guru juga harus dapat mengubah kebiasaannya dalam mengajar. Sebelumnya, guru terbiasa mulai mengajar dari konten kemudian proses. Karena kondisi ini, pembelajaran pun harus disesuaikan. Guru harus terbiasa mulai mengajar dari proses baru kemudian kontennya. Hal ini membutuhkan pelatihan untuk para guru. Selain itu, guru harus siap membuka dirinya terhadap kemajuan teknologi demi kepentingan dan kemajuan peserta didik serta pendidikan di Indonesia.
(Sumber: Indri Anatya Permatasari)
Dapatkah kalian menemukan ciri khas dari teks laporan hasil observasi berdasarkan teks “Pembelajaran pada Masa COVID-19”?
Ya, kalian benar! hal-hal yang telah kalian temukan, yakni
(a) Mengandung fakta
(b) Bersifat objektif
Hal ini terbukti tidak adanya keberpihakan penulis terhadap hal-hal yang dilaporkan. Tidak ada yang ditutupi untuk kepentingan pihak tertentu, yaitu tidak terdapat kata ganti orang pertama, tetapi terdapat kata ganti orang ketiga atau kata benda sebagai objek. Misalnya: Saat ini dunia pendidikan tengah menghadapi masalah yang cukup sulit, di antaranya kurikulum yang belum dipahami sepenuhnya oleh guru-guru di sekolah. Hal ini terbukti masih berlakunya kurikulum 2006 untuk pembelajaran di sekolah. Akibatnya, guru yang menggunakan kurikulum 2006 tidak memahami kurikulum 2013. Tambahan lagi, konsep Menteri Pendidikan yang baru, Nadiem Makarim, tentang Indonesia merdeka belajar. Hal ini juga membuat para guru makin gamang tentang pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik. Permasalahan-permasalahan tersebut merupakan tantangan bagi para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
(c) Ditulis lengkap dan menyeluruh
Laporan hasil observasi ditulis secara rinci dan detail sesuai dengan pengamatan yang dilakukan oleh penulis. Misalnya terdapat deskripsi bagian dalam laporannya.
Contoh: Pertama, guru literat IT adalah guru yang mampu mengetahui berbagai bentuk media dan etika dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Kemampuan memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. Guru-guru ini tentunya sudah terbiasa dalam membelajarkan peserta didiknya dengan menggunakan media internet.
Pembelajaran secara online bagi mereka bukan hal yang luar biasa.
(d) Bersifat kekinian / terbaru
Berita, kegiatan, atau pengamatan yang dilaporkan merupakan sebuah fenomena terbaru yang harus diketahui oleh pembaca.
Misalnya:
Laporan hasil observasi “Pembelajaran pada Masa COVID-19” merupakan fenomena yang sedang terjadi saat ini.
(e) Menambah pengetahuan dan wawasan pembacanya.
Laporan ini memberikan pengetahuan di antaranya, tentang coronavirus dan pembagian tipe guru pada pembelajaran yang menggunakan media IT.
Contoh:
Mewabahnya COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). COVID-19 merupakan bencana nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena penyebaran virusnya sangat cepat dan menyebabkan kematian. Pemerintah berusaha menghambat penyebaran COVID-19 ini dengan mengimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing serta bekerja/ belajar/ beribadah dari rumah. Situasi ini merupakan hal baru bagi masyarakat, terutama para guru, orang tua, dan peserta didik. Di sini para guru dituntut untuk tetap dapat memberikan pembelajaran kepada peserta didik dengan melalui online. Padahal, para guru tersebut terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan guru literat IT, golongan guru aliterat IT, dan golongan guru Iliterat IT.
Terima kasih, ya, kalian sudah dapat menemukan ciri-ciri laporan hasil observasi berdasarkan bacaan yang disajikan. Semoga kalian akan dapat menemukan ciri-ciri laporan hasil observasi pada teks lainnya agar kalian dapat menyimpulkan ciri-ciri laporan hasil observasi secara tepat.
2. Fungsi Laporan Hasil Observasi
Laporan hasil observasi termasuk ke dalam ragam teks berbasis fakta. Hai-hal yang disampaikan di dalamnya haruslah faktual. Seperti teks laporan hasil observasi yang berjudul ”Pembelajaran pada Masa COVID-19”, di dalamnya disajikan fakta bahwa kendala guru menyikapi pembelajaran dengan mewabahnya COVID-19 (Corona Virus Disease 2019).
Dalam laporan hasil observasi dipaparkan tidak hanya perihal pembelajaran atau wabah covid-19,tetapi dapat juga tentang objek-objek yang bersifat umum lainnya, seperti kurikulum, bahaya coronavirus, dampak coronavirus terhadap pembelajaran, baik dari peserta didik, guru, maupun orang tua. Cara pengumpulan faktanya dapat dilakukan dengan menggunakan sejumlah referensi lain, pengamatan biasa, ataupun media cetak atau internet. Dengan cara tersebut, suatu objek dapat digambarkan dengan kata-kata secara jelas sehingga pembaca dapat memperoleh gambaran umum tentang objek tersebut, baik itu berupa suasana, kondisi, atau pelaksanaan suatu kegiatan ataupun yang lainnya. Wujud teksnya dapat berupa artikel, makalah, ataupun laporan penelitian.
Adapun posisinya dalam suatu laporan, Laporan observasi terdapat dua jenis, yaitu pertama berdasarkan pengamatan tentang suatu objek ataupun fenomena berfungsi untuk memberikan wawasan ataupun pengetahuan; memberitahukan kepada pihak berwenang atau terkait suatu fakta-fakta yang ada di dalamnya. Selanjutnya, fakta-fakta tersebut dapat dijadikan sebagai dasar penyusunan kebijakan. Contohnya dari teks laporan hasil observasi kerusakan lingkungan; fakta-fakta yang ada di dalamnya dapat dijadikan dasar bagi pihak-pihak terkait untuk melakukan sejumlah tindakan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Kedua, laporan observasi tentang suatu kegiatan, perjalanan, penelitian lapangan, penelitian laboratorium, dan sejenisnya berfungsi sebagai sebuah bentuk pertanggungiawaban atas suatu kegiatan yang dilaksanakan penulisnya. Dengan laporan tersebut penulis harus memaparkan berbagai hal yang telah dilakukan. Demikian halnya dengan laporan hasil observasi, penulis harus menjelaskan kegiatan-kegiatan penting yang telah dilakukan selama melakukan observasi atas objek tertentu beserta hasil-hasilnya. Dengan demikian, teks laporan hasil observasi secara umum berfungsi sebagai alat pendokumentasian suatu objek atau suatu kegiatan.
Berdasarkan keterangan tersebut, dapatkah kalian menyimpulkan fungsi dari laporan hasil observasi? ya, benar. Fungsi laporan hasil observasi, antara lain sebagai berikut:
(a) Laporan observasi tentang suatu objek ataupun fenomena berfungsi untuk memberikan wawasan ataupun pengetahuan; memberitahukan kepada pihak berwenang atau terkait suatu fakta-fakta yang ada di dalamnya.
(b) Laporan observasi tentang suatu kegiatan, perjalanan, penelitian lapangan, penelitian laboratorium, dan sejenisnya berfungsi sebagai sebuah bentuk pertanggungiawaban atas suatu kegiatan yang dilaksanakan penulisnya.
Sekali lagi terima kasih, kalian kembali telah menemukan fungsi laporan hasil observasi. Dengan kedua bekal ini, yaitu memahami ciri-ciri dan fungsi laporan hasil observasi kalian dapat mengidentifikasi isi laporan hasil observasi. Demikianlah, kegiatan pembelajaran 1 telah selesai. Semoga kalian dapat mengikuti tahap demi tahap kegiatan pembelajaran 1 ini sehingga kalian dapat menyelesai tugas dan latihan soal dengan baik.
Tetap semangat! Kalian cerdas!
untuk lebih memahami Materi di atas, silakan Tonton Video Berikut ini :
D. Penugasan Mandiri
Untuk membantu kalian memahami teks laporan hasi observasi “Pembelajaran pada Masa Covid-19”, kerjakan tugas-tugas berikut!
1. Buatlah pertanyaan terkait isi laporan, seperti,
a. Informasi apa saja yang disampaikan dalam teks tersebut?
b. Mengapa dunia pendidikan menghadapi masalah sulit?
c. Jelaskan sebab-sebabnya!
d. Dampak apa saja yang terjadi akibat wabah pandemi covid-19?
2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan singkat dan jelas!
3. Mengapa teks tersebut digolongkan teks laporan hasil observasi?